RianWap

Di Publis 14 May 2018 49.719x Tayang 72x Suka 2:13 Durasi
Saluran

Unduh Video Unduh Mp3

Deskripsi

Tags : terorisme ,pelaku ,dita supriyanto ,surabaya ,gereja ,
Terima kasih telah mengunduh "Kekhawatiran 25 Tahun Terjadi, Adik Kelas Dita Supriyanto: Panen Raya Benih Ekstrimisme Radikalisme"
125 Komentar
Topan Psv Sebagai manusia kita diciptakan utk memiliki akal. Mari kita gunakan anugrah ini utk bisa membedakan mana yg benar mana yg salah. Mari kita belajar sedikit Mengasihi, tenggang rasa, saling menolong, toleransi antar umat bergama = benar ! Membunuh (apalagi atas nama Agama), ngebom, mengejek agama lain, hanya peduli sm agamanya sendiri = salah !
Suka · Balasan · 16 Jam yang lalu
huda app Assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh kaum muslimin dan muslimat dimanapun berada kami semua amat prihatin dgn kejadian boom bunuh diri dari orang orang putus asa yg mengaku beragama islam tapi praktek kehidupannya menyimpang dari alqur,an akhir hayatnya su,ul khotimah karena bunuh diri dan memvunuh orang tanpa haq dgn boom bunuh diri ,ingatkah engkau wahai kaum muslimin dan muslimat sejarah telah membuktikan kejahatan iblis merusak keimanan nabi adam hingga nabi adam diturunkan kemuka bumi ,nah ini bukan sekedar sejarah yg sekedar dibaca tapi bukti iblis selalu melancarkan serangannya kpd manusia khususnya yg beriman agar keluar dari keimanannya ,sebagaimana para islam radikal menyelewengkan kebenaran Alqur,an dan menyesatkan umat islam dalam memahami hakikat Alqur,an dan memaksakan kehendak kpd manusia sampai pada tingkat yg sangat memprihatinkan yaitu bunuh diri mati su,ul khotimah ,na,u dzubilah,ini bukti nyata kejahatan iblis sampai ahkir zaman dan islam radikal telah gagal memahami perintah allah swt dan telah gagal meneruskan perjuangan Rosulullah saw menebarkan rahmatan lilalamin dan memperbaiki ahlaq ,Rosulullah saw bersabda"sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk memperbaiki ahlaq"islam radikal menempatkan dirinya sbg iblis yg memaksakan kehendaknya bukannya menebarkan kasih sayang ( rahmatan lil alamin tapi membuat tipu daya kpd umat islam ,hingga dirinya rela diledakkan dgn boom alias bunuh diri mati sia sia belaka jadi penghuni Neraka untuk selama lamanya,mari kira berdoa agar diselamatkan dalam beragama dan selamat didunia maupun di akhirat "robana atina fidunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar
Suka · Balasan · 1 Hari yang lalu
Ayu Banget Cuci otak (brainwashing) dikalangan mahasiswa/kaum muda sudah saya saksikan sendiri th 80-an pada beberapa pengajian di Sagan (Yogya) dan di Bandung. Salah satu komentar mantan Kepala BNPT sangat tepat: “Teroris sebenarnya korban penyesatan otaknya …”. Jadi siapa yg menyesatkan? Mereka adalah USTADZ/TOKOH2 (ISLAM) RADIKAL. Saya yakin sumber utama dari pebuatan teroris adalah pola pikir teroris yang sudah melewati batas berasal dari doktrin : 1. Islam adalah satu2-nya ajaran/agama yang benar; 2. Ajaran/agama lain adalah salah (dengan alasan buatan manusia, tidak diturunkan dari Allah, dsb). Tidak ada yang salah dengan kedua doktrin karena banyak umat agama lain pun demikian. Tetapi doktrin kedua sangat berbahaya jika dikembangkan dan direkayasa secara sepihak oleh para ustadz atau tokoh2 Islam radikal dengan penafsiran bahwa umat Islam harus MENGHUKUM PIHAK2/AJARAN2 LAIN YANG DIANGGAP SALAH/MELANGGAR AJARAN ISLAM. Akibat dari doktrin kedua ini terbukti bukan cuma dari penganiayaan dan perusakan properti penganut Syiah dan Ahmadiyah, tetapi juga dari prilaku para teroris/umat radikal yang MERASA telah menjalankan (rekayasa) doktrin kedua melalui perusakan, penganayaan, persekusi bahkan penyerangan dengan bom2 (bunuh diri dsb) terhadap (hanya dianggap) ‘penista agama’, property/anggota Polri, jemaat gereja dan lain2. Menurut saya, salah satu ciri usntadz/tokoh2 Islam radikal yang menganut doktrin kedua adalah sbb. Para uztadz/tokoh agama tsb gampang memberi label ‘haram’/’halal’ secara sepihak tidak berdasarkan isi ayat2 Al Quran, tetapi berdasarkan tafsiran terhadap hadist (yang seharusnya tidak serta merta langsung diterima) atau bahkan berdasarkan tafsiran sendiri. Contoh2-nya bisa didapat dengan google ‘atau search youtube dg kata kunci ‘halalkah’ atau ‘haramkah’. Para teroris dan umat radikal menjadi fanatik terhadap rekayasa doktrin kedua karena otaknya sudah tercuci dengan konsep ‘halal’-‘haram’ berikut: membasmi yg ‘haram’ dg cara apa pun (semua cara di-“halal”-kan). Misalnya, mereka menganggap keberadaan umat dan tempat ibadah ajaran lain yg dianggap “menyimpang” sebagai ‘haram’ sehingga membunuh atau menghancurkan segala bentuk ‘haram’ dianggap sebagai amal atau ibadah yang akan membawa mereka ke 'surga'.
Suka · 1 · Balasan · 1 Hari yang lalu
wong jowo ketika masa kecil smpi sy remaja th 90an orang2 islam msh sangatlah santun tdk ada yg saling mencaci satu dan lainnya,saling menghormati,makin kesini sesama islam sj saling menghujat tahlil jd mslh,jilbab jd mslh krn yg sdh berkerudung men-dosa2kan yg tdk memakai yg berkerudung mrs dirinya sdh paling sempurna ibadahnya,dl tdk ada cadar di negeri ini,yg mengherankan bnyak yg mrs paham dg agama islam tp knp makin jauh dr kenyamanan
Suka · Balasan · 2 Hari yang lalu
setia banendra itu paham wahabi,,,,,,,,,, sepaham dah sama HTI , ISIS, PKS
Suka · Balasan · 2 Hari yang lalu
Hassan Pradipta Astaga alumni SMAN 5 surabaya 😷
Suka · Balasan · 3 Hari yang lalu
Murdi Kusno Haduhh jangan pada saling menyalahkan.. Siapa tau kita diadu domba.. Ini jg bisa korban mereka mungkin dicuci otaknya utk melakukan bom.. Sadarlah... Jaga NKRI jangan sampe kita terpecah belah... Semua pasti ada yg menggerakkan ada yg Mendanai spy Indonesia kocar kacir... Perang saudara.. Ayo sadarlah.. Bersatulah masyarakat Indonesia
Suka · Balasan · 3 Hari yang lalu
Orang Lamaa Doktrin 2 Islam radikal selalu ada disetiap perguruan tinggi,mereka telah teroganisir dg kuat,untuk itu berhati2 lah adik2 kita yg belajar agama dari mereka yg menamakan diri kaum pergerakan Islam,sejatinya mereka Islam sempalan garis keras teroris penjual agama,ingat ilmu agama yg benar berada pada orang2 tua yg alim dan Sholeh ,mereka tidak mengajarkan kekerasan dan memusuhi pemerintahnya,mereka selalu berjalan dg bimbingan ilmu Al Qur'an & Sunnah yg benar.
Suka · 4 · Balasan · 3 Hari yang lalu
Orang Lamaa Doktrin 2 Islam radikal selalu ada disetiap perguruan tinggi,mereka telah teroganisir dg kuat,untuk itu berhati2 lah adik2 kita yg belajar agama dari mereka yg menamakan diri kaum pergerakan Islam,sejatinya mereka Islam sempalan garis keras teroris penjual agama,ingat ilmu agama yg benar berada pada orang2 tua yg alim dan Sholeh ,mereka tidak mengajarkan kekerasan dan memusuhi pemerintahnya,mereka selalu berjalan dg bimbingan ilmu Al Qur'an & Sunnah yg benar.
Suka · 1 · Balasan · 3 Hari yang lalu
Felix Putra Gibran Saya setuju dan sependapat, bahkan pengalaman saya pribadi ketika kuliah dan SMA, sudah banyak ajaran radikal seperti itu di skolah, sampe skg pun saya jadi guru, ada beberapa teman guru yg pemikirannya juga radikal seperti itu, bahkan sering men-share hoax bernada sara di group, dan sering saya bantah dgn menunjukkan bukti2 kl berita yg dia share hoax, skg sudah ga pernah dia share lagi, saya juga perihatin, ibarat kata, negara kita ini sudah sakit parah, terutama memaknai Toleransi.... Semoga NKRI bisa bangkit dari keterpurukan ini.
Suka · 2 · Balasan · 3 Hari yang lalu