RianWap

Di Publis 13 February 2018 11.009x Tayang 195x Suka 1:5 Durasi
Saluran

Unduh Video Unduh Mp3

Deskripsi

Tags : najwa shihab ,najwashihab ,shihab ,catatan ,najwa ,mata ,mata najwa ,catatan najwa ,news ,berita ,trans7 ,jurnalis ,duta baca Indonesia ,journalist ,narasi ,pilkada ,pilkada 2018 ,pilkada serentak ,pemilu ,KPU ,Bawaslu ,youtube ,youtuber ,buka data ,trending ,ongkos pilkada ,
Terima kasih telah mengunduh "Jangan Main-Main Dengan Ongkos Pilkada!"
30 Komentar
Moch Adaf Kenapa ya Jayawijaya bisa urutan ke 3 ongkos pilkada tertinggi? Apa ada hubungannya dengan sumberdaya di sana? Atau mungkin dengan Freeport? Karena kepala daerah juga memiliki otoritas mengelola daerahnya, kalau kepala daerahnya pro pengusaha asing maka bisa dipastikan keberpihakan tidak lagi kepada rakyat.
Suka · Balasan · 6 Hari yang lalu
dade arinto Hanya ada SATU Partai Politik Dalam Negara Islam Dalam suatu negara Islam hanya ada SATU partai politik, dan semua orang harus diajar ilmu pengetahuan tentang politik karena dengan itu dia akan manyadari kesanggupannya, hak dan kewajibannya dalam negara itu. Partai politik tersebut ialah Partai Islam yang mendasarkan segala gerak tindaknya atas ketentuan ayat-ayat suci dalam Alquran. Karenanya dalam negara Islam tidak akan terdapat berbagai partai politik seperti pada negara-negara asing, dan tidak akan terdapat pula partai yang menamakan dirinya Muhammadiyah, Aisyiah, Partai Ulama dan sebagainya. Dalam hal ini orang hendaklah berpedoman pada ayat-ayat suci 3/103 dan 7/3 yang melarang orang Islam berpecah-pecah dalam masyarakat, sedangkan partai politik yang lebih dari satu senantiasa akan mengandung perpecahan. وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَ*ٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 6/153. Dan bahwa (Alquran) ini adalah TuntunanKU yang kukuh, maka ikutilah dia, dan janganlah ikuti garis-garis hukum (lain) lalu hal itu memecah belah kamu dari garis hukumNYA. Demikianlah kamu, DIA wasiatkan dengannya (Alquran itu) semoga kamu menginsyafi. وَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ 8/40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah adalah pimpinanmu, sangat nikmat DIA sebagai pimpinan dan sangat nikmat DIA sebagai penolong. https://dadearinto.wordpress.com/2016/03/31/hanya-ada-satu-partai-politik-dalam-negara-islam/
Suka · Balasan · Feb 14th yang lalu
firdaus elamien Mending balik kaya dulu dah, pemimpin di pilih dprd. Jadi ga kebanyakan pemilu
Suka · Balasan · Feb 14th yang lalu
Cung Ho Orang kok bodoh ya suara pilihannya mau dibeli hanya dgn 100rb dan ditukar dgn penderitaan selama 5 thn karna sdh bisa dipastikan mutu dari calon pemimpin yg sk bagi2 duit kalau sdh jadi pemimpin dia pasti ambil2 duit kalian duit rakyat alias koruptor . 100rb : 1800 hari lbh = ..... dapat berapa / hari silahkan hitung sendiri .. Murah banget harga diri kalian ..
Suka · Balasan · Feb 14th yang lalu
Pencari Citer Inikah hasil reformasi? Atau ini sebuah kegagalan reformasi? Jangan sampai rakyat minta bangsa ini untuk dijajah oleh belanda kembali #miris
Suka · 1 · Balasan · Feb 13th yang lalu
Abdi fatra wijaya ada` apa dengan tangerang.? uangnya banyak ` secara dpt gak banyak2 amat secara geografis ga susah2 amat secara outcome ah udahlah males nyebutin yg korupsi alkes, dam karpuskes kena ott
Suka · Balasan · Feb 13th yang lalu
Yuda Fajri Mba najwa tolong bahas pengesahan UU MD3 yang dapat dikatakan hanya menguntungkan kelompok tertentu
Suka · Balasan · Feb 13th yang lalu
Vera Herawati Itu uang negara kan ya? Belum lagi uang² dari kantong pribadi atau partai calon buat kampanye. Ah dipikir² sayang juga ya uangnya sebanyak itu.
Suka · Balasan · Feb 13th yang lalu
Rebecca Tetha Boleh yuk dicek indepth report KPU seputar mahalnya Pilkada di Era.id : https://www.youtube.com/watch?v=3PiAP-l9C7o&t=22s
Suka · 2 · Balasan · Feb 13th yang lalu
Kang Pardi Prabowo Pesta rakyat yang semu... Tidak ada kebahagiaan haqiqi saat pemungutan suara... Malah mengorbankan waktu berkerja. Masih layak disebut pesta demokrasi?
Suka · 10 · 1 Balasan · Feb 13th yang lalu